Mendorong UMKM Lokal, Mama Khas Banjar Sosialiasi Kemitraan sebagai Pusat Oleh-Oleh Khas Kalimantan

MARTAPURA — Komitmen untuk memajukan produk lokal Kalimantan Selatan kembali ditegaskan dalam acara Sosialisasi Kemitraan antara Usaha Besar dengan Usaha Mikro. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 15 September 2026, di Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar ini menjadi momentum krusial bagi pengembangan ekosistem UMKM daerah.
Dalam agenda tersebut, Firly Norachim selaku owner dari Mama Khas Banjar hadir secara langsung sebagai narasumber sekaligus kurator produk. Kehadiran beliau menjadi jembatan bagi para pelaku usaha mikro lokal yang siap menjalin kemitraan strategis untuk menembus pasar yang lebih luas.

Bukan Sekadar Toko, Tapi Wadah Kreativitas Lokal
Di hadapan para peserta sosialisasi, Firly menyampaikan bahwa sejak awal berdiri, Mama Khas Banjar dirancang dengan fondasi pemberdayaan. Toko retail yang kini berkembang pesat ini diposisikan bukan hanya sebagai tempat jual beli biasa, melainkan sebagai pusat etalase bagi kekayaan alam dan kreativitas masyarakat Kalimantan yang memiliki ciri khas lokal unik.

“Mama Khas Banjar hadir bukan sekadar tempat jualan, melainkan sebagai wadah produk-produk lokal Kalimantan agar menjadi pusat oleh-oleh khas Kalimantan yang bisa dijangkau secara luas oleh para wisatawan,” ujar Firly.
Ia menambahkan bahwa menjaga dan mempromosikan produk lokal sama artinya dengan merawat nilai-nilai budaya daerah agar tetap lestari dan dikenal hingga ke luar pulau.
Perjalanan Berkelanjutan: Dari Lapak Kecil hingga Ruko Besar
Inspirasi dan nilai empati yang dibawa Mama Khas Banjar dalam bermitra tidak lepas dari sejarah panjang pendiriannya. Usaha ini bermula dari cita-cita sederhana sang owner untuk memasarkan produk olahan resep sang ibu, yaitu abon ikan (rabuk ikan) khas Banjar.
Perjuangan tersebut dirintis secara bertahap:
- Lapak Kecil: Memulai langkah awal dengan keterbatasan modal dan sarana.
- Rumah Sewa: Memperbesar kapasitas produksi dan jaringan distribusi rumahan.
- Ruko Besar: Berhasil membangun toko retail minimarket modern yang kini berlokasi strategis di Banjarbaru dan Martapura.
Rekam jejak ini membuktikan bahwa produk kuliner lokal memiliki potensi pasar yang sangat besar jika dikelola dengan ketekunan dan standar kualitas yang baik.
Kemitraan Konsinyasi: Adil, Transparan, dan Saling Menguntungkan

Salah satu poin utama dalam sosialisasi ini adalah pemaparan sistem kemitraan yang diterapkan di Mama Khas Banjar. Untuk memberikan kepastian pasar bagi UMKM lokal, Mama Khas Banjar menerapkan sistem konsinyasi yang adil, transparan, dan saling menguntungkan.
Melalui pola kerja sama ini, para pelaku usaha mikro mendapatkan kepastian lapak dan akses langsung ke basis pelanggan toko, baik wisatawan offline maupun pembeli online. Sebaliknya, Mama Khas Banjar bertindak sebagai kurator yang memastikan standar kemasan, keamanan pangan, dan kualitas rasa tetap terjaga demi kepuasan konsumen.
Dengan visi bersama untuk memajukan komoditas lokal, kehadiran Mama Khas Banjar sebagai pusat oleh-oleh khas Kalimantan diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan.